“Kawinkan” Keindahan Model dan Keceriaan Anak-anak I Putu Agra Terbaik di “Beauty Glamour Photo Competition”

“Kawinkan” Keindahan Model dan Keceriaan Anak-anak

I Putu Agra Terbaik di “Beauty Glamour Photo Competition”

PROSES penjurian Beauty Glamour Photo Competition serangkaian peringatan HUT ke-33 Perhimpunan Fotgrafer Bali (PFB) berlangsung ketat, Kamis (8/6) malam. Widnyana Sudibya, Anom Manik Agung dan Tjandra Hutama Kurniawan yang didapuk menjadi juri pada kompetisi fotografi dengan format on the spot yang digelar di Tukad Unda, Klungkung ini harus mengamati satu demi satu karya fotografi para peserta dengan ekstracermat lantaran kualitasnya sangat merata.

Setelah melewati serangkaian pertimbangan dan “perang” argumentasi yang alot, ketiga juri akhirnya memutuskan karya I Putu Agra sebagai yang terbaik, menyisihkan 102 karya fotografi lainnya. Menurut Anom Manik Agung, kekuatan karya fotografi I Putu Agra terletak pada kejeliannya mengambil sudut bidik secara menyamping (side angle). Berbeda dengan mayoritas peserta lomba yang rata-rata menjepret model dari arah depan sehingga karya Putu Agra mencuatkan nuansa yang berbeda. Meskipun diambil dari samping, ia tetap mampu menampilkan komposisi yang terjaga rapi. Artinya, model cantik bergaun putih panjang yang menjadi point of interest tidak saling bertumpuk dengan empat anak laki-laki yang jadi model pendamping. Tak kalah menariknya, gestur tubuh model yang memunggungi sang fotografer juga terekam sangat luwes dan cantik (beauty) dengan pose yang natural. Keistimewaan lainnya, karya I Putu Agra juga mampu “mengawinkan” keindahan sang model dengan trademark Tukad Unda yang identik dengan keceriaan anak-anak “memainkan” water symphony. “Dari sejumlah elemen penilaian, karya I Putu Agra memang paling komplit. Ia sukses mengeksploitasi kecantikan sang model, keceriaan anak-anak dan eksotisme Tukad Unda serta menampilkan semua keindahan itu dalam satu frame yang utuh. Sesuai tema lomba foto ini, karya Putu Agra memang paling beauty dan glamour,” kata Anom Manik Agung mewakili dua juri lainnya.

Alhasil, langkah I Putu Agra untuk merebut predikat fotografer terbaik pada kompetisi gelaran PFB ini tak terbendung dan berhak meraih uang tunai Rp 1.000.000 plus ThiEYE Wifi Action Cam i30 dan piagam. Sementara itu, karya kreatif Elfa Surya Rizky ditetapkan sebagai juara II dengan hadiah uang tunai Rp 750.000 plus Manfrotto Amica 40 Bag dan piagam. Sedangkan karya fotografi Made Ayu Wedaswari Widya ditetapkan sebagai juara III dan berhak atas uang tunai Rp 500.000 plus Kemenpar merchandise kit dan piagam. Dewan juri juga memilih tiga juara harapan yang diraih I Made Astika, I Nyoman Suparta dan Yanda Dwi Septian. Masing-masing juara harapan ini berhak atas uang tunai Rp 350.000 plus sponsor kit dan piagam. “Sebenarnya, banyak sekali karya berkualitas dalam lomba ini. Namun, kami harus memilih enam karya yang kami nilai terbaik berdasarkan kriteria-kriteria penilaian yang telah ditentukan,” tegas Anom Manik Agung.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-22 PFB Puja Astawa mengucapkan terimakasih dan apreasiasi yang tinggi kepada para peserta maupun partisipan lainnya yang telah terlibat aktif menyemarakkan peringatan HUT PFB tahun ini. Ia berharap, event ini menjadi momen berharga untuk semakin menggelorakan semangat berprestasi di kalangan fotografi Bali. “Selama ini, Bali dikenal memiliki barisan panjang fotografer-fotografer andal yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Mudah-mudahan, para fotografer Bali yang bernaung di bawah bendera PFB ini mampu menjaga tradisi prestasi tersebut bahkan mampu menorehkan prestasi yang lebih gemilang lagi di jagat fotografi. Mari terus berkarya!’ tegasnya. (I Wayan Sumatika)


Dokumentasi Foto : I Made Dana

Phone: (0361) 228 168
Email: info@pfbbali.com
Jl. Kecubung No.81 Denpasar,
Bali, Indonesia