WELCOMING 2019

Kegiatan kumpul akhir tahun "Welcoming 2019" Anggota Perhimpunan Fotografer Bali serta Pembukaan Galeri Foto Anom Manik Agung

25 Tahun Kiprah Anom Manik Agung di Jagat Fotografi

Denpasar (PFB News)-

Di pengujung tahun 2018 atau tepatnya Sabtu (29/12), A.A. Ngurah Manik Agung, S.Sn., Hon. E.PFB., A.FPSI**** secara resmi me-launching Anom Manik Agung Photo Gallery bersamaan dengan kegiatan kumpul akhir tahun anggota PFB "Welcoming 2019". Galeri yang berlokasi di Jalan Kecubung Nomor 81 Denpasar, Bali ini memajang karya-karya fotografi terbaik Anom Manik Agung selama berkiprah di dunia fotografi. Pembukaan galeri ini dihadiri Konsul Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Mr. Gu Sheng Qian, ratusan anggota Perhimpunan Fotografer Bali (PFB) dan komunitas pecinta fotografi di Bali dan luar Bali.

Di kancah fotografi, nama Anom Manik Agung memang tidak asing lagi. Alumni Program Studi Seni Rupa dan Desain (PSSRD) Universitas Udayana ini sudah mencatat berbagai prestasi membanggakan di bidang fotografi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sejak menamatkan pendidikan S1-nya, pria kelahiran 6 September 1972 ini memutuskan total berkiprah di dunia fotografi dan sepenuhnya menggantungkan sumber penghidupannya dari sana. Mengingat karya-karya fotografinya sebagian besar mengeksplorasi keindahan bentang alam, budaya dan ragam aktivitas kehidupan masyarakat Bali, secara otomotis fotografer peraih gelar FIAP Best Author Badge Winner (2012) di Singapura ini turut andil mempromosikan eksotisme Bali ke dunia luar.

Menurut Anom Manik Agung, perkenalannya dengan dunia fotografi terjadi saat masa kuliah. Salah satu mata kuliah yang wajib diambil adalah mata kuliah Fotografi Dasar selama tiga semester. Ia pun seakan “dipaksa” untuk masuk ke dunia yang baru dikenalnya itu lewat setumpuk tugas-tugas fotografi yang melelahkan. “Saat itu masih era kamera analog atau masih menggunakan film. Selain dituntut terampil dalam menyetting kamera, mengatur komposisi, angle, pencahayaan dan berbagai teknis fotografi lainnya, saya juga dituntut mampu memproses hasil bidikan kamera itu di dalam kamar gelap untuk menjadi selembar karya dua dimensi yang keindahannya bisa dinikmati oleh mata. Ternyata, saya sangat menikmati seluruh rangkaian proses itu,” ujar pria yang sempat dipercaya memimpin Perhimpunan Fotografer Bali (PFB) yang merupakan klub fotografi tertua di Bali periode 2013-2016 ini.

Samudera Mahaluas

Lantas, genre fotografi apa yang dipilih Anom Manik Agung untuk mengukuhkan eksistensinya di jagat fotografi? Dia mengaku tidak mau “terjebak” dalam satu genre fotografi semata. Sebaliknya, dia ingin menjelajah seluruh genre yang ada. Mulai kultur, fashion, wedding/prewedding, arsitektur, travel, street, dokumenter hingga produk. Baginya, fotografi ibarat samudera mahaluas yang tak pernah akan berakhir untuk dijelajahi. “Saya tidak mengkhususkan diri di satu genre fotografi semata. Apa yang menarik di mata saya, itulah yang akan saya bidik dan eksplore,” ujar fotografer yang sudah berkiprah di bisnis fotografi sejak tahun 1996 silam ini.

Dalam mengukuhkan eksistensinya di jagat fotografi, Anom Manik Agung tidak hanya terpaku pada jalur komersial semata. Namun, ia juga “membidik” kompetisi-kompetisi fotografi bergengsi baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional sebagai ajang pembuktian bahwa karya-karya fotografinya memang layak untuk diapresiasi. Kegairahannya “bertarung” dalam berbagai lomba foto ini juga sebagai ajang pembuktian bahwa dunia fotografi jika ditekuni dengan serius juga mampu mempersembahkan prestasi yang membanggakan untuk diri sendiri, daerah maupun mengharumkan nama bangsa dan negara di tingkat internasional. Satu hal yang tidak ditampiknya, prestasi di ajang kompetisi fotografi bergengsi juga sebagai ajang untuk mendongkrak nama dan reputasi sekaligus kepuasan dari segi materi karena kompetisi tersebut biasanya menyediakan hadiah uang yang cukup besar bagi para pemenangnya. “Saya sudah mengikuti berbagai kompetisi foto sejak tahun 1997 lalu. Prestasi pertama saya torehkan pada Lomba Foto Pesta Kesenian Bali 1997 sebagai juara II. Sampai saat, saya sudah sudah mengoleksi seratus lebih gelar juara baik di lomba foto tingkat lokal Bali, nasional hingga internasional. Beberapa presatasi membanggakan yang sempat saya raih di antaranya Grand Prize Winner International Epson Imaging Contest 2010, Winner Trip to Bhutan (2011) dan First Winner International Salon of Photografi “Woman” di Serbia dan berbagai prestasi internasional lainnya. Selain itu, saya juga rajin mengikuti pameran-pameran fotografi baik di tingkat lokal, nasional hingga internasional,” paparnya tanpa bermaksud menyombongkan diri.

Guna mendokumentasikan karya-karya terbaiknya tersebut, Anom Manik Agung tergerak membangun sebuah galeri foto yang secara resmi dibuka untuk publik, Sabtu (29/12). Galeri ini sekaligus difungsikan sebagai media edukasi dan diskusi bagi komunitas pecinta fotografi di Bali untuk bersama-sama bergerak dan berkarya mewarnai jagat fotografi di Bali, nasional dan internasional. “Saya sangat bersyukur bisa mewujudkan galeri foto sederhana ini hari ini. Ini merupakan obsesi yang telah saya rintis dan perjuangkan selama 25 tahun saya berkiprah di dunia fotografi. Mudah-mudahan, kehadiran galeri foto ini bermanfaat dan mampu menginspirasi para pecinta fotografi di Bali pada khususnya untuk meningkatkan kualitasnya karya-karyanya di masa datang,” ujarnya. (*)

Phone: (0361) 228 168
Email: info@pfbbali.com
Jl. Kecubung No.81 Denpasar,
Bali, Indonesia