Sejarah PFB
Perjalanan komunitas fotografi kami dari masa ke masa.
Perhimpunan Fotografer Bali (PFB): Sejarah dan Peranannya dalam Dunia Fotografi Indonesia
Perhimpunan Fotografer Bali (PFB) merupakan organisasi fotografi pertama di Bali yang hingga kini tetap eksis dan aktif berkontribusi dalam perkembangan dunia fotografi di Pulau Dewata. Awal pembentukannya berawal dari inisiatif beberapa fotografer Bali pada tahun 1982, dipelopori oleh Chalie Suyata, K Sujana, dan Djaja Tjandra Kirana. Mereka melakukan pendekatan kepada Tjokorda Pemayun selaku Kepala Pariwisata Bali saat itu beserta sekretarisnya, Gusti Ngurah Wija, untuk memperoleh dukungan pendirian organisasi fotografi.
Peresmian PFB Tahun 1984 di Hotel Janur Garden, Sanur - Bali
Ide ini mendapat sambutan positif dari banyak fotografer ternama kala itu, di antaranya Oman JH, Rio Helmi, Alex Tjandra, IB Putra Adnyana, dan sejumlah nama lain yang turut bergabung dalam proses pembentukan PFB. Melalui musyawarah, terpilihlah Ir. Nyoman Sutjipta sebagai ketua pertama dalam kepengurusan PFB.
Secara resmi, PFB dideklarasikan pada 14 Juni 1984, dalam acara pelantikan yang dihadiri oleh Ketua Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (FPSI) saat itu, Prof. drg. Soelarko. Acara tersebut berlangsung di Hotel Janur Garden, Sanur, menandai berdirinya klub foto pertama di Bali. Sejak saat itu, PFB tercatat sebagai satu-satunya perwakilan resmi FPSI dari Bali dan terus mempertahankan eksistensinya hingga sekarang.
Selama puluhan tahun, PFB tidak hanya menjadi wadah bagi fotografer Bali untuk berkarya dan berjejaring, tetapi juga berperan aktif dalam memajukan seni fotografi melalui berbagai kegiatan, pameran, dan pelatihan. Keberadaannya menjadi bukti bahwa komunitas kreatif dapat bertahan lama ketika dibangun atas dasar kolaborasi dan semangat untuk berkontribusi pada dunia fotografi.
Rapat Kerja FPSI tahun 1993 di Hotel Janur Garden, Sanur – Bali
Bagi generasi muda yang tertarik mendalami fotografi, PFB tetap menjadi salah satu referensi penting untuk belajar, berdiskusi, dan terhubung dengan para praktisi fotografi yang berpengalaman. Organisasi ini tidak hanya menyimpan sejarah panjang, tetapi juga terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, menjadikannya relevan bagi para fotografer masa kini.
Kepemimpinan dan Prestasi PFB dalam Kancah Fotografi Nasional
Setelah periode kepemimpinan Ir. Nyoman Sutjipta, estafet kepemimpinan PFB dilanjutkan oleh sejumlah tokoh fotografi Bali yang berdedikasi. K Sujana memegang tampuk kepemimpinan setelah Sutjipta, kemudian dilanjutkan oleh I Ketut Widiatmika, B.Sc (2004-2007), I Made Arya Dwita, S.Sn (2007-2010), dr. IBP Andi Sucirta (2010-2013), Anom Manik Agung, S.Sn (2013-2016), Tjandra Hutama Kurniawan, S.T. (2016-2022), Ir. Kadek Wigunantara Eka Putra, S.T., M.Ars. (2022-2025), dan saat ini, PFB dipimpin oleh I Made Dana periode (2025-2028).
Pengurus Perhimpunan Fotografer Bali periode tahun 2025-2028
Selama kurun waktu tersebut, PFB tidak hanya aktif mengembangkan fotografi di tingkat lokal, tetapi juga berperan penting dalam even nasional. Tercatat, PFB telah tiga kali dipercaya sebagai penyelenggara Salon Foto Indonesia, sebuah ajang bergengsi dalam dunia fotografi nasional. PFB sukses menyelenggarakan Salon Foto Indonesia ke-14 pada tahun 1993, ke-27 pada tahun 2006, dan ke-40 pada tahun 2019. Prestasi ini semakin istimewa karena Bali tercatat sebagai Best Club FPSI di tahun 2019, 2022, 2023, dan 2024.
Best Club Salonfoto Indonesia ke-40 di Bali tahun 2019
Best Club Salonfoto Indonesia ke-44 di Bandung tahun 2024
Kiprah PFB dalam menyelenggarakan even besar seperti Salon Foto Indonesia tidak hanya memperkaya khazanah fotografi Bali, tetapi juga membuka peluang bagi fotografer lokal untuk berinteraksi dengan komunitas fotografi dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi PFB yang mengedepankan “Friendship, Sharing, and Learning” sekaligus mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu organisasi fotografi tertua dan paling berpengaruh di Bali.
Hunting & Charity Foto anggota PFB
PFB Go Camp, friendship, sharing, and learning
Bali Photo Awards: Penghargaan Seni Foto dalam Format Berbeda
PFB melahirkan sebuah event fotografi bergengsi di tingkat nasional yaitu Bali Photo Awards. Pertama kali diselenggarakan pada tahun 2013 atas inisiasi dr. Ida Bagus Andi Sucirta selaku Ketua Perhimpunan Fotografer Bali (PFB) saat itu. Lebih dari sekadar kompetisi biasa, ajang ini dirancang untuk menghadirkan perspektif baru dalam dinamika karya fotografi kontemporer.
Pada penyelenggaraan keempatnya di tahun 2023, Bali Photo Awards menghadirkan konsep unik dengan mengusung tema Monokrom. Ajang ini menampilkan Trophy Cilinaya Memorable Award sebagai penghargaan tertinggi, yang menjadi simbol apresiasi terhadap karya fotografi yang tidak hanya unggul secara teknis tetapi juga memiliki kedalaman artistik dan naratif yang kuat.
Panitia Bali Photo Awards 2023
Rektor ISI Denpasar Prof.Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn.mengunjungi Pameran Foto Bali Photo Awards 2023
Pemilihan format monokrom sengaja diangkat untuk menantang kreativitas fotografer dalam menyampaikan pesan visual tanpa bergantung pada unsur warna. Pendekatan ini mendorong peserta untuk lebih fokus pada aspek komposisi, tekstur, permainan cahaya, serta kekuatan emosional dalam setiap bidikan kamera.
Melalui konsep yang berbeda ini, Bali Photo Awards 2023 berhasil menciptakan ruang ekspresi baru sekaligus memperkaya wacana fotografi nasional. Ajang ini tidak hanya menjadi bukti komitmen PFB dalam memajukan seni fotografi, tetapi juga menegaskan posisi Bali sebagai pusat kreativitas visual yang terus berkembang di Indonesia. (Tjandra Hutama)
Daftar Ketua PFB dari Masa ke Masa
Prof. Dr. Ir. Nyoman Sutjipta, MS, Hon.E.PFB
(Mpu Daksa Charya Manuaba)
K. Sudjana, Hon.E.PFB
Denpasar, 1942
I Ketut Widiatmika Bsc, Hon.E.FPSI,Hon.E.PFB, E.FPSI, A.FPSI*****, A.NPC, A.FIAP
Denpasar, 7 Agustus 1962
I Made Arya Dwita, Ssn, Hon.E.PFB, A.FPSI*
Denpasar, 10 Juni 1971
dr. Ida Bagus Andi Sucirta, Hon.E.PFB, A.FPSI, EFIAP
Denpasar, 15 Agustus 1976
Anak Agung Ngurah Anom Manik Agung, S. Sn, A.FPSI G/3, P.FPSI, AFIAP, QPSA, BPSA, A.PFB*****, Hon. E.PFB, Hon. E.FPSI
Denpasar, 6 September 1972
Tjandra Hutama Kurniawan, ST, A.FPSI, A.PFB*, QPSA, FPVS, FAPU, BE.APF
Gianyar, 12 April 1981
Kadek Wigunantara Eka Putra, S.T., M.Ars., A.PFB*, A.FPSI*, QPSA
Denpasar, 30 Januari 1993
I Made Dana, A.PFB*, A.FPSI**
Bangli, 12 Juni 1978